Labels

Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

Kisah Wanita Bermahar Keislaman

Rasulullah bersabda,” Ketika aku memasuki surga aku mendengar suara langkah kaki, lalu aku bertanya siapa itu? Malaikat menjawab itu Ghumaisha’ binti Milhan ibunda Anas bin Malik” (HR.Muslim).

Nama aslinya adalah Ghumaisho’ dan juga dipanggil dengan Rumaisha binti Milhan, atau lebih dikenal dengan Ummu Sulaim. Beliau adalah seorang wanita yang mempunyai sifat keibuan dan cantik rupawan, dirinya dihiasi pula dengan ketabahan, kebijaksanaan, lurus pemikiran, kecerdasan berfikir dan kefasihan serta berakhlaq mulia. Dengan semua sifat tersebut tak heran semua cerita yang baik selalu

Senin, 08 Juni 2015

Pacaran setelah Menikah

Zawjati...

Uhibbuki mitsla mâ antê
(Aku mencintamu sebagaimana kamu mencinta)

Uhibbuki kaifamâ kunteee
(Aku mencintamu apapun kondisinya)

Wa mahmâ kâna mahma shâra
(Tak peduli dengan yang sedang atau akan terjadi)

Anti habîbatî anteee
(Kamu tetap dan akan selalu menjadi cintaku)

Senin, 09 Maret 2015

Nasihat di Malam Pengantin

INILAH salah satu contoh wasiat seorang bapak kepada putrinya yang telah melangsungkan akad nikah di malam pertamanya. Sang bapak berpakat, “Wahai putriku, ketahuilah:


  • Ketentramanmu sangat bergantung pada suamimu, karena bahagia atau sengsaranya salah satu pasangan sangat ditentukan oleh yang lainnya. Waspadalah dari segala perkara yang dapat memicu kebencian.
  • Taatilah suamimu dengan sungguh-sungguh. Hindari sikap

Kamis, 05 Maret 2015

Ukhti, Pilihlah Suami yang Taat Beragama dan Berakhlak Mulia

KIAT pertama yang harus dilakukan seorang wanita agar sukses membangun rumah tangga bahagia, langgeng, rukun, serta jauh dari permusuhan adalah mentaati perintah Rasulullah SAW:

“Apabila orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang untuk melamar, nikahkan dia. Jika tidak, pasti akan terjadi fitnah di bumi ini sekaligus kerusakan yang sangat parah.” (HR.Tirmidzi)

“Apabila orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang untuk melamar, nikahkan dia. Jika tidak, pasti akan terjadi fitnah di bumi ini sekaligus kerusakan.” Para sahabatnya bertanya,

Selasa, 10 Februari 2015

Ilustrasi Seorang Wanita

Seorang gadis membeli sebuah hape keluaran terbaru. Untuk melengkapi hapenya nya gadis itu juga membeli layar antigores dan sebuah cover cantik untuk hape tersebut. Gadis itu menunjukkan handphone barunya kepada sang ayah, kemudian terjadi percakapan seperti di bawah ini:

Sabtu, 27 Desember 2014

3 CARA MUSLIMAH MENAWARKAN DIRI KEPADA CALON SUAMI

Salah satu ikhtiar mencari jodoh bagi muslimah adalah ‘menawarkan diri’. Jika selama ini kita hanya terbiasa mendengar laki-laki ‘melamar’ wanita yang ingin dinikahinya lalu wanita punya hak menerima atau menolaknya, ternyata ada pola lain yang dicontohkan sahabiyat. Yakni ‘menawarkan diri’ kepada laki-laki mukmin yang dipandangnya baik menjadi seorang suami.

Lalu bagaimana caranya? Ada 3 cara yang bisa kita ambil dari contoh sahabiyat dan putri Nabi sebagai berikut:

  • MENYURUH ORANG LAIN

Rabu, 07 Mei 2014

Menyesal Kutolak Lamaran Lelaki Shalih Itu,,,

Ilustrasi akhwat menolak ikhwan“Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Tulisanku yang dulu, berjudul “Ya Allah, Aku Mencintai Ikhwan yang Tlah Beristri..” cukup banyak diapresiasi. Ada yang pro. Ada yang kontra. Malah waktu aku baca di FB, ada yang menegur kalau tulisanku cenderung menjauhkan poligami.

Karnanya kumulai kisah ini dengan meminta maaf jika ada yang kurang berkenan. Ini kisah temanku. Tapi… aku akan membahasakannya sebagai diriku :)

Kini usiaku udah semakin matang. Dalam masyarakatku umurku sudah

Jumat, 02 Mei 2014

Gambaran Seorang Istri


DR. 'Aid al Qarny menggambarkan tentang istrinya:

Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku:

Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping laki-laki yang asing baginya. Dia tinggalkan rumah orang tuanya. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada laki-laki